Pelatihan Peningkatan Kreatifitas Berbasis Ecopreneurship bagi Pedagang Pasar Tradisional Di Lembang

Oleh Mediany Kriseka Putri, MBA

Pasar Panorama Lembang mengalami kebakaran pada 2015 lalu. Setahun berikutnya,
revitalisasi pasar dilakukan Pemkab Bandung Barat melalui kerja sama dengan PT.
Binabangun Persada. Menurunnya Jumlah pasar tradisional saat ini memiliki beberapa kaitan
dengan beberapa hal seperti tata ruang pasar dan jam operasional pasar yang terbatas, cara
pengemasan produk yang kurang rapih, serta suasana pasar yang kumuh dan kotor akibat
permasalahan sampah.

Pasar tradisional di Lembang adalah salah satu pasar yang ramai dikunjungi masyarakat dan
menjadi salah satu penggerak ekonomi di Bandung. Namun, keberadaan pasar modern yang
bersih juga memunculkan persaingan yang pesat di wilayah ini. Untuk itu, perlu adanya
peningkatan kreatifitas untuk menghadapi persaingan tersebut dan permasalahan sampah.

Salah satu alternatif dalam meningkatkan kreatifitas bagi pedagang Pasar Panorama Lembang
adalah dengan melakukan pelatihan yang berhubungan dengan kreatifitas dalam pengolahan
dan pemilahan sampah. Selain itu karena masih kurangnya pengetahuan pedagang tentang
konsep pasar bersih sehat diperlukan pelatihan yang dapat membantu pedagang untuk dapat
mengorganisir dan memilah sampah di lapak sekitar.

Oleh karena itulah, Tim Dosen dan mahasiswa di bidang ilmu Entrepreneurship terlibat dalam
program Pelatihan Peningkatan Kreatifitas bagi Pedagang Pasar Tradisional di Lembang, agar
dapat membantu meningkatkan kreatifitas dalam pemilahan sampah. Dimana dalam
pelaksanaannya dibagi menjadi dua materi utama berupa:

1. Memberikan pemahaman dalam pengelolaan sampah.
2. Memberikan pengetahuan dalam pemilahan sampah

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan yang dilakukan pedagang merasakan manfaat sebagai
berikut:
1. Memiliki pemahaman terhadap pemasaran online.
2. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan produk yang memiliki nilai jual yang lebih
tinggi.

Selama melakukan pelatihan, para pedagang memiliki antusias yang sangat baik dalam
menanggapi materi yang diberikan. Tidak hanya pedagang bahkan pengelola pasar pun juga
turut hadir. Para peserta juga aktif bertanya selama kegiatan berjalan, yang menunjukkan
keingintahuan yang besar terhadap materi yang diberikan. Adapun jumlah Masyarakat sasar
yang dapat hadir sebanyak 50 orang.

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada
masyarakat sasar untuk mengetahui sejauh mana program dan metode yang kami laksanakan
dapat diterima oleh masyarakat sasar. Dari 50 kuesioner yang disebarkan, dapat dilihat bahwa
76 persen dari keseluruhan butir penilaian menjawab setuju, 24 persen menjawab sangat setuju
dan tidak ada yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dapat disimpulkan bahwa
total jumlah setuju dan sangat setuju 100 persen berada pada kategori sangat baik. Artinya
masyarakat menerima denagn baik pelatihan yang diberikan dan mengharapkan adanya
kegiatan seperti ini dimasa yang akan datang.

Rencana kegiatan lebih lanjut, jika memungkinkan dari segi waktu dan kesempatan kami akan
melanjutkan program ini, dengan terlebih dahulu melakukan beberapa survei dan observasi
untuk melihat potensi pengembangan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.