Abdimas KK SEE Bangun Bank Sampah

Warga RW 05 Kelurahan Cpaganti Siap Bangun Bank Sampah

http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20892.jpg

BANDUNG-Warga RW 05 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong Kota Bandung siap bergerak membangun bank sampah. Sosialisasi tentang bank sampah itu dilakukan Selasa (17/1) di Masjid Musolkanas oleh Bank Sampah Bersinar, Gemercik dan Telkom University.

“Kita ingin mengajak masyarakat di sini mulai peduli sampah dan malah bisa menghasilkan rupiah untuk warga, melalui bank sampah” ujar Ratna L Nugroho, Ketua Gemercik.

Masyarakat diminta untuk mulai memilah sampah rumahan seperti bekas air mineral, koran, kertas dan lain-lain kemudian ditukar atau dijual ke bank sampah.

“Kita akan bentuk kelompok di masyarakat dimana satu kelompoknya beranggotakan 20 KK. Nah 20 KK inilah nanti yang akan mengumpulkan sampah itu, kemudian dalam periode tertentu dijual ke bank sampah” ujarnya.

Menurut Ratna, RW 05 sendiri berlokasi di daerah aliran sungai Cikapundung sehingga sangat rentan pada budaya membuang sampah ke sungai. (Pun)

Informasi lainnya dapat dilihat di:

  • http://www.pikiran-rakyat.com/foto/2017/01/17/bank-sampah-bersinar-tukar-sampah-dengan-sembako-390857
  • https://store.tempo.co/foto/detail/P1701201700020/sosialisasi-bank-sampah-di-bandung#.WH7efVN96G4
  • http://m.galamedianews.com/bandung-raya/131352/bank-sampah-dorong-peningkatan-perekonomian-masyarakat.html
  • http://www.tribunnews.com/images/regional/view/1684875/sosialisasikan-bank-sampah-tukar-sampah-dengan-sembako
  • http://www.tribunnews.com/images/regional/view/1684872/sosialisasikan-bank-sampah-tukar-sampah-dengan-sembako

ComService: Pelatihan Pengembangan Kompetensi Karyawan Primer Koperasi Kartika

1

Aktivitas bisnis TNI AD secara langsung adalah setiap kegiatan usaha komersial yang dimiliki dan dikelola oleh TNI AD yang dilakukan melalui badan usaha / badan hukum, sedangkan aktivitas bisnis TNI AD secara tidak langsung adalah kegiatan usaha komersial yang dimiliki dan dikelola oleh TNI AD yang dilakukan melalui koperasi dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Organisasi Koperasi di lingkungan TNI AD berada di luar struktur organisasi TNI AD, tidak melaksanakan fungsi organik militer, bertugas membina dan mendukung kebutuhan pokok anggota beserta keluarganya. Keanggotaan Koperasi Angkatan Darat terdiri dari Inkopad yang beranggotakan Puskopad dan Puskopad beranggotakan Primkopad, hubungan vertikal Inkopad, Puskopad serta Primkopad hanyalah pada lingkup teknis pembinaan perkoperasian beserta kegiatan usahanya.

Usaha koperasi Angkatan Darat adalah usaha yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan anggota dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. Pengelolaan usaha koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif dan efisien. Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi Angkatan Darat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota Koperasi Angkatan Darat. Koperasi Angkatan Darat dapat menjalankan kegiatan usaha dan berperan aktif di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengelola kegiatan usaha koperasi dijabat oleh PNS TNI AD atau tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan.Koperasi Angkatan Darat memiliki kesempatan yang sama dengan pihak ketiga lainnya untuk menjadi rekanan pengadaan barang/jasa atau menjadi mitra dalam pemanfaatan barang milik negara di lingkungan TNI AD. Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan koperasi disamping pelayanan dan manfaat yang maksimal sehingga bisa dirasakan oleh anggota dan keluarganya.

Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pengetahuan tambahan mengenai cara pengelolaan manajemen SDM untuk unit bisnis baru.
  2. Memberikan pengetahuan tambahan mengenai etika bisnis dan Pelayanan Konsumen untuk unit bisnis baru.
  3. Memberikan pengetahuan tambahan mengenai tata cara membuat pelaporan keuangan untuk unit bisnis baru.
Bentuk Kegiatan :  Pelatihan Pengembangan Kompetensi Karyawan Primer Koperasi Kartika Bandung
Waktu :  Kamis,10 Maret 2016
Tempat Kegiatan :   Sari Ater Hotel

Jl. Raya Ciater Subang

 

Jadwal Kegiatan

Tanggal Waktu Kegiatan
Kamis,

10 Maret 2016

08.00 – 08.30 Registrasi Peserta Pelatihan
08.30 – 09.10 Pembukaan Pelatihan & Sambutan
09.10 – 09.15 Ice Breaking
09.15 – 09.45 Materi Manajemen SDM
09.45 – 10.00 Diskusi
10.00 – 10.15 Coffe Break
10.15 – 10.45 Materi Etika Bisnis
10.45 – 11.00 Diskusi
11.00 – 11.35 Materi Pelayanan Konsumen
11.35 – 11.50 Diskusi
11.50 – 13 .00 ISHOMA
13.00 – 13.15 Energizer
13.15 – 13.45 Materi Manajemen Keuangan
13.45 – 14.00 Diskusi
14.00 – 14.35 Praktek Pembuatan Laporan Keuangan
14.35 – 14.50 Diskusi
14.50 – 15.00 Penutup

Berikut gambaran materi penyuluhan dan metode yang ingin disampaikan      ke masyarakat sasar.

 

No Modul Tujuan Materi
1 Pengenalan Manajemen SDM Meningkatkan pengetahuan mengenai dasar-dasar SDM a.       Pengenalan SDM

b.      Fungsi-fungsi manajemen SDM

2 Etika Bisnis dan Pelayanan Meningkatkan pengetahuan mengenai etika bisnis dan cara melayani nasabah/anggota koperasi a.      Dasar Etika Bisnis

b.      Etika Pelayanan

3 Pelatihan pelaporan dan pembukuan keuangan Meningkatkan kemampuan pembuatan laporan keuangan

 

a.       Pencatatan Transaksi

b.      Pembuatan Laporan Keuangan

c.       Praktek Pembuatan Laporan Keuangan

  1. TINJAUAN HASIL YANG DICAPAI

Karyawan koperasi primer sebagian besar merupakan memiliki latar belakang pendidikan SMA, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan dinilai masih kurang memiliki kemampuan untuk dapat melayani konsumen atau peserta koperasi. Saat ini koperasi primer akan mengembangkan usaha menjadi beberapa unit bisnis seperti bengkel, mini market dll. Untuk itu karyawan dituntut untuk dapat memberikan sikap melayani konsumen agar unit bisnis tersebut dapat berkembang dengan baik. Pada sesi pertama pelatihan ini diberikan materi pemahaman mengenai etika bisnis yang diwajib diimplementasikan oleh sebuah bisnis baru. Serta kemampuan atau sikap yang harus dimiliki seorang karyawan dalam melayani konsumen baik itu anggota koperasi, pelanggan bengkel serta konsumen minimarket. Materi pelayanan konsumen ini, memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai perbedaan konsep konsumen dan pelanggan, serta penanggulangan complain pelanggan yang umunya terjadi pada bisnis.

Pada sesi kedua dijelaskan mengenai pembuatan laporan sederhana yang penting dilakukan oleh karyawan keuangan pada unit bisnis koperasi. Hal ini sangat dibutuhkan karena sebelumnya koperasi primer tidak memiliki system pencatatan yang baik sehingga, mengalami kerugian yang diakibatkan dana pinjaman anggota tidak kembali. Koperasi sulit melacak bukti-bukti transaksi yang dilakukan pada tahun-tahun terdahulu karena tidak ada pedoman SOP perusahaan. Pada akhir sesi, peserta diberikan waktu untuk melakukan simulasi pencatatan laporan keuangan sederhana dan bagaimana cara membaca serta memastikan pencatatan keuangan tersebut sesuai dengan pos-posnya.

Berdasarkan hasil pelatihan kompetensi tersebut, kami melakukan penilaian instruktuk melalui penyebaran kuesioner pada akhir sesi dengan hasil sebagai berikut :

Nama Instruktur : H.A Romadhon

Deskripsi STS TS N S SS
Instruktur sangat menguasai materi     12% 60% 28%
Materi yang disampaikan sangat menarik     28% 52% 20%
Penjelasan instruktur mudah dipahami     20% 32% 48%
Instrukturnya ramah dan bersemangat     48% 40% 12%
Kegiatan ini sangat bermanfaat       72% 28%
Kegiatan ini harus dilaksanakan lagi dikemudian hari       88% 12%
Kegiatan ini harus dilaksanakan secara rutin       80% 20%

Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh bahwa instruktur sangat menguasai materi yang diberikan, materi dirasa menarik dan mudah dipahami. Serta peserta berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin. Karena materi dirasa sangat menarik, peserta merasa waktu yang diberikan untuk pelatihan singkat.

Nama Instruktur : Rafki Nazar

Deskripsi STS TS N S SS
Instruktur sangat menguasai materi     20% 40% 28%
Materi yang disampaikan sangat menarik     40% 40% 20%
Penjelasan instruktur mudah dipahami     20% 32% 48%
Instrukturnya ramah dan bersemangat     60% 28% 12%
Kegiatan ini sangat bermanfaat     28% 44% 28%
Kegiatan ini harus dilaksanakan lagi dikemudian hari     20% 68% 12%
Kegiatan ini harus dilaksanakan secara rutin     8% 80% 12%

Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh bahwa instruktur sangat menguasai materi yang diberikan, materi dirasa menarik dan mudah dipahami. Serta peserta berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin. Karena materi dirasa sangat menarik, peserta merasa waktu yang diberikan untuk pelatihan singkat.

 

Berdasarkan hasil kuesioner mengenai evaluasi kegiatan diperoleh hasil sebagai berikut :

BUTIR-BUTIR PENILAIAN (FEEDBACK)  

SANGAT TIDAK SETUJU

TIDAK SETUJU SETUJU SANGAT SETUJU
1.     Program pengabdian masyarakat ini sudah sesuai dengan tujuan kegiatan itu sendiri.     20% 80%
2.     Program pengabdian kepada masyarakat ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasarnya.     75% 25%
3.     Waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini relatif telah mencukupi sesuai kebutuhan.     80% 20%
4.     Dosen dan mahasiswa Universitas Telkom bersikap ramah, cepat dan tanggap membantu selama kegiatan.       100%
5.     Masyarakat setempat menerima dan mengharapkan program pengabdian masyarakat Universitas Telkom saat ini dan masa yang akan datang.       100%

Berdasarkan hasil kuesioner terkait evaluasi pelatihan diperoleh bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini sesuai dengan tujuan kegiatan, dosen mampu bersikap ramah cepat tanggap dan membantu selama kegiatan. Masyarakat mengharapkan akan diadakan kembali dimasa yang akan datang. Kendala pada waktu, peserta merasa membutuhkan yanglebih panjang untuk pelaksanaan pelatihan tersebut.

1

1

Dosen yang terlibat:

Dr. Ratri Wahyuningtyas

Puspita Wulansari,SP.,MM

Hani Gita Ayuningtias, S.Psi.,MM

H.A Romadhon

Rafki Nazar

ComService: “School Culture Improvement by Building Literacy Capability through Reading Challenge”

1

Salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan sebagaimana disebutkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 20 Tahun 2003 pasal 4 tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah mengembangkan budaya membaca dan menulis. Kewajiban membaca juga terdapat di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor. 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Dengan demikian pembinaan dan pengembangan kemampuan membaca pada siswa menjadi tanggung jawab seluruh insan pendidikan. Leader’s Reading Challenge Kabupaten Bandung (LRCKB) merupakan organisasi pendidik khususnya SMA dan SMK di Kabupaten Bandung yang bergerak sebagai penggiat gemar membaca dan menulis di kalangan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bandung sehingga diharapkan terwujud sekolah berbudaya literasi. Lebih jauh LRCKB memediasi upaya terbentuknya sekolah berbudaya literasi seluruh SMA-SMK di Kabupaten Bandung. SMAN 1 Bojongsoang merupakan salah satu anggota komunitas LRCKB yang akan senantiasa mempropagandakan budaya literasi di lingkungan sekolah terhadap para pendidik, peserta didik maupun orang tua peserta didik sehingga diharapkan mereka dapat memiliki kemampuan literasi yang baik. Universitas Telkom adalah universitas yang terdekat dengan SMAN 1 Bojongsoang yang tentunya tidak akan tinggal diam melihat fenomena ditengah masyarakat dimana budaya membaca dikalangan pelajar sangatlah rendah. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Telkom hadir dan menjadi mitra yang baik bagi SMAN 1 Bojongsoang dalam upaya untuk meningkatkan budaya sekolah dengan membangun kapabilitas literacy siswa dalam menjawab tantangan masa depan dengan membaca. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 12 orang guru dan 24 siswa SMAN 1 Bojongsoang yang tergabung dalam komunitas Literacy dengan target dapat meraih prestasi yang dapat meningkatkan pencitraan sekolah baik di tingkat daerah kabupaten, provinsi maupun di tingkat nasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara bersama dengan para guru pembina komunitas literasi melalui berbagai aktifitas antara lain: pengadaan buku bahan bacaan, pendataan siswa yang hobbi membaca, penugasan membaca dan review buku bacaan, serta lomba aksi literasi dari hasil review bacaan siswa. Indikator keberhasilan program ini terukur melalui partisipasi siswa dalam kegiatan dan adanya peningkatan jumlah anggota dalam komunitas serta pencapaian prestasi membaca dari anggota LRC Taman Literasi Mata Pena Bossa SMAN 1 Bojongsoang Kabupaten Bandung.

1

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Siswa SMAN 1 Bojongsoang memiliki kesadaran akan betapa pentingnya memiliki kemampuan dan budaya membaca dan menulis. 2) Meningkatkan kerja sama antara perguruan tinggi (Telkom University) dengan sekolah (SMAN 1 Bojongsoang) sebagai jembatan/media promosi Universitas. 3) Meningkatkan kesadaran para pendidik terhadap tugas, fungsi dan perannya di sekolah sebagai motivator dan teladan, sehingga dapat melaksanakan program prioritasnya dengan aktifitas pembudayaan literasi khususnya terhadap siswa dan masyarakat secara umum.

MASYARAKAT SASAR

1. Siswa SMAN 1 Bojongsoang, Kabupaten Bandung yang terdiri atas 24 orang siswa anggota komunitas baca. Dan beberapa siswa pilihan yang merupakan perwakilan kelas dari siswa yang memiliki hobbi membaca dari kelas X hingga kelas XII.

2. Guru yang tergabung dalam Tim Pembina Leader’s Reading Challenge Taman Literacy Mata Pena Bossa SMAN 1 Bojongsoang, sebanyak 14 orang guru yang terdiri atas guru mata pelajaran, kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling serta pustakawan sekolah.

TINJAUAN HASIL YANG DICAPAI

1

1

Animo dari masyarakat sasar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tingkat kehadiran yang tinggi dan partisipasi aktif dalam mengikuti setiap acara yang berlangsung. Pada penyelenggaraan hari pertama kegiatan pengabdian masyarakat tanggal 14 Mei 2016, peserta mendapatkan materi workshop tentang motivasi dan teknik belajar yang efektif, teknik membaca cepat, dan teknik meresensi buku. Selanjutnya siswa diberikan buku bahan bacaan untuk praktek meresensi buku. Dari 24 siswa peserta kegiatan Abdimas ada 11 siswa yang berhasil meresensi buku dan mengirimkan tulisannya melalui email kepada penyelenggara Abdimas. Semua siswa yang berhasil menulis resensi buku diberikan kesempatan untuk tampil dan mengikuti lomba literasi di hari kedua kegiatan pengabdian masyarakat tanggal 25 Mei 2016. Guru-guru pembimbing melakukan tugasnya sebagai pembimbing siswa dan menjadi juri pada saat lomba aksi literasi. Adapun masukan dari hasil quesioner (feedback dari peserta) menginginkan agar waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakat dapat diperpanjang sehingga proses peningkatanbudaya literasi di sekolah dapat terselenggara dengan optimal. Dengan demikian programpengabdian masyarakat dengan tema pembudayaan literasi sangat direspon positif dan perlu diselenggarakan secara kontinu sebagai tema unggulan Abdimas TelkomUniversity di tingkat sekolah menengah atas. Hal ini sejalan dengan Gerakan Literasi Sekolah yang dicanangkan oleh Kemendikbud Anis Baswedan dalam Permen Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

1

1 1

ComService: Membangun Karakter Kewirausahaan Pada Siswa/I Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Panti Asuhan Anak Shaleh Di Kota Bandung

IMG_3815

Panti Asuhan Anak Shaleh adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang berdiri pada tanggal 24 Maret 1999 dan berada dalam naungan Yayasan Anak Shaleh.Lembaga ini merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial, keagamaan dan pendidikan, dengan visi terwujudnya insan yang mulia melalui pembinaan, pendidikan dan penyantunan, serta berusaha membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Jumlah seluruh anak yang ada dalam panti asuhan ini adalah 82 anak, yang berasal dari kota Bandung dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Program utama panti asuhan adalah pendidikan dan pembinaan.Untuk itu, semua anak asuh berstatus pelajar.Baik itu di tingkat SD, SLTP dan juga SMA/SMK.

Dengan mengacu pada fakta bahwa mayoritas pengangguran terbuka adalah lulusan SMA dan SMK, maka Tim Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Telkom berinisiatif untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dalam wujud pemberian pengetahuan tentang pola pikir berbasis bidang ilmu kewirausahaan untuk merintis usaha. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016 dengan jadwal pertemuan 1 kali dalam seminggu, dengan total pertemuan sebanyak 3 kali. Dengan upaya inisiatif ini, maka diharapkan para siswa/i jenjang pendidikan SMA/SMK di Panti Asuhan Anak Shaleh dapat menambah bekal keahlian kehidupan atau life skill untuk masa depan yang lebih baik.

Tim Dosen pelaksanakan pengabdian masyarakat di lingkungan Panti Asuhan Anak Shaleh dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan pola pikir kewirausahaan pada siswa/i SMA dan SMK.
  2. Menyelenggarakan pembelajaran kepada siswa/i SMA dan SMK yang berbasis nilai-nilai bidang ilmu kewirausahaan.
  3. Membantu siswa/i SMA dan SMK untuk mengidentifikasi peluang rintisan usaha yang realistis.

Pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Panti Asuhan Anak Shaleh ini dilaksanakan dalam tiga bentuk yaitu:

  1. Pemberian pengetahuan tentang pola pikir berbasis bidang ilmu kewirausahaan
  2. Pemberian contoh-contoh kasus nyata keseharian melalui tayangan video dilanjutkan dengan diskusi interaktif
  3. Pemberian latihan mengidentifikasi rintisan usaha yang realistis

Adapun waktu yang akan dialokasikan untuk melaksanakan tiga bentuk kegiatan tersebut adalah mulai pukul 09.00 s/d 13.00 dalam kurun waktu minggu ke-3, ke-4 dan ke-5, dengan jadwal pertemuan 1 hari dalam seminggu.

Mei 2016
Minggu ke-3

(Periode tgl. 11 s/d 15)

Pemberian pengetahuan tentang pola pikir berbasis ilmu kewirausahaan
Minggu ke-4

(Periode tgl. 18 s/d 23)

Pemberian contoh-contoh kasus nyata keseharian melalui tayangan video dilanjutkan dengan diskusi interaktif
Minggu ke-3

(Periode tgl. 25 s/d 30)

Pemberian latihan mengidentifikasi rintisan usaha yang realistis

RINGKASAN MATERI

MATERI: POLA PIKIR BERBASIS ILMU KEWIRAUSAHAAN

 

Kemana Anda setelah kuliah?? Pertanyaan ini sekilas singkat, namun berdasarkan risetyang dilakukan oleh Asnadi (2005) terhadap 5 perguruan tinggi negeri di Indonesia ditemukan bahwa hampir 75 persen responden (mahasiswa) tidak memiliki rencana yang jelas setelah lulus. Hal ini tidaklah mengherankan jika setiap tahunnya akan selalu muncul pengangguran terdidik di Indonesia yang angkanya semakin membludak. Sakernas (2010) mengemukakan fenomena ironis yang muncul di dunia pendidikan Indonesia dimana semakin tinggi pendidikan seseorang, probabilitas atau kemungkinan menjadi pengangguran semakin tinggi.

Salah satu upaya dalam mengurangi tingkat pengangguran terdidik di Indonesia adalah dengan menciptakan lulusan-lulusan yang tidak hanya memiliki orientasi sebagai job seeker namun job maker atau yang kita sebut wirausaha.Penciptaan lulusan perguruan tinggi yang menjadi seorang wirausahawan tidak serta merta mudah untuk dilaksanakan.Kalangan terdidik cenderung menghindari pilihan profesi ini karena preferensi mereka terhadap pekerjaan kantoran lebih tinggi Preferensi yang lebih tinggi didasarkan pada perhitungan biaya yang telah mereka keluarkan selama menempuh pendidikan dan mengharapkan tingkat pengembalian (rate of return) yang sebanding.

Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju.Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Duniaini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan teknologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar.Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.Orang-orang yang tidak mempunyai impian, seperti orang yang naik angkot jurusan kemana saja sehingga waktu hidup orang yang tidak memiliki impian sangat tidak efektif.Orang yang tidak memiliki impian, memiliki hasrat atau kegigihan yang mudah sekali pudar, sehingga mereka dengan mudah mengubah impian mereka menjadi sangat sederhana.Padahal, impian yang besar mempunyai kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri khas yaitu selalu mampu memperbarui impian mereka.

Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang. Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan orang lain.

Nelson Mandela, sebelum menjadi Presiden Afrika Selatan, ia harus berjuang untuk sebuah impian negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk itu ia menghadapi tantangan teramat berat. Impian selalu memotivasi Nelson Mandela untuk tetap berjuang, meskipuniaharus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi.Impian merupakan sumber semangat bagi Nelson, hingga Afrika Selatan benar-benar merdeka.Sebenarnya, setiap orang dapat memperbarui nilai dan menyempurnakan jati diri dengan kekuatan impian. Sehingga jangan takut untuk bermimpi akan hal-hal yang besar, sebab impian menimbulkan hasrat yang kuat untuk meraihnya. Impian mampu berperan sebagai sumber motivasi, yang membangkitkan ambisi dan optimisme, sehingga mampu melampaui semua rintangan dan kesulitan.

Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja.Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak mudah. Menurut Anais Nin, “Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang”. Terdapat empat tips sederhana dalam menjadikan impian sebagai sumber energi kita, yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya, loyalitas, ulet dan sikap mental positif.

Rasa percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang.Tips yang kedua adalah loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian.Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.

Tips yang ketiga adalah ulet.Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras. Sedangkan tips yang ke empat adalah sikap mental positif. Seseorang yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas.Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan merupakan daya dorong yang luar biasa.

Seorang Entrepreneur memang sedikit berbeda dibanding dengan orang biasa. William Bygrave membuat daftar 10 D sebagai ciri kewirausahaan, yaitu:

  1. Dream (Mimpi): Wirausahawan memiliki visi atas masa depan seperti apa yang mereka dan usaha mereka ingin hadapi. Dan, lebih penting lagi, mereka memiliki kemampuan mengimplementasikan mimpi mereka.
  2. Decisiveness (Ketegasan): Mereka tidak pernah menangguh-nangguhkan waktu. Mereka membuat keputusan dengan cepat. Kecepatan mereka merupakan faktor kunci kesuksesan mereka.
  3. Doers (Pelaku): Sekali mereka menentukan suatu jenis tindakan, mereka melaksanakannya secepat mungkin.
  4. Determination (Determinasi): Mereka mengimplementasikan usaha mereka dengan komitemn total. Mereka jarang menyerah, bahkan pada saat menjumpai kesulitan yang tampaknya tidak mungkin diatasi.
  5. Dedication (Dedikasi): Mereka berdedikasi total terhadap bisnisnys, kadangkala mengorbankan hubungan mereka dengan kawan atau keluarganya. Mereka bekerja tak kenal lelah. Dua belas jam sehari dan tujuh hari seminggu bukan merupakan hal yang tidak biasa bagi seorang wirausahawan yang memperjuangkan tinggal landas bagi usahanya.
  6. Devotion (Pengabdian): Wirausahawan mencintai apa yang dikerjakannya. Rasa cinta inilah yang menahan mereka ketika usaha mereka mendapat kesulitan. Dan rasa cinta akan produk atau jasa merekalah yang menyebabkan mereka sangat efektif dalam menjualnya.
  7. Details (Cermat): Dikatakan bahwa setan berdiam dalam rincian. Tidak ada yang lebih tepat menggambarkannya daripada saat memulai dan meningkatkan bisnis. Wirausahawan harus menguasai rincian yang bersifat kritis.
  8. Destiny (Nasib): Mereka ingin bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri daripada bergantung kepada seorang atasan.
  9. Dollars (Uang): Menjadi kaya bukanlah motivator utama bagi seorang wirausahawan. Uang lebih berarti sebagai ukuran kesuksesannya. Mereka menganggap jika mereka sukses, mereka akan diberi penghargaan.
  10. Distribute (Distribusi tugas): Wirausahawan mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada karyawan kunci yang merupakan faktor penting bagi kesuksesan bisnisnya.

MATERI: E-COMMERCE

Penjelasan mengenai bagaiamana memasarkan produk di Tokopedia dan Bukalapak.

IMG_3807

Dosen KK SEE yang terlibat: Sisca Eka Fitria, Astri Ghina, Ratna L Nugroho

ComService: Pelatihan Manajemen ICT Pada UMKM Kabupaten Bandung

Implementasi dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DIGITAL MARKET: MENGGALI POTENSI UTAMA BISNIS MENGHADAPI GLOBALISASI EKONOMI MELALUI KANVAS MODEL BISNIS DI UMKM KABUPATEN BANDUNG dilaksanakan dalam satu hari yaitu pada tanggal 10 Mei 2016 bertempat di Ruang rapat dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom.

Peserta pelatihan adalah para pelaku UMKM yang berada di Kabupaten Bandung . Jumlah peserta yang diundang sebanyak 30 orang, sedangkan yang hadir sebanyak 24 orang dengan rincian nama dan Jenis Usaha sebagai berikut  :

                          Daftar Peserta Pelatihan

No. Nama Jenis Usaha
1. H. Yeyet Sukayat Koperasi Nukita
2. Sri Hazani Kuliner
3. Novia Tiara W Handy craft, Asesoris, Pajangan
4. Ridwan Nurdin Limbah Besi
5. Septian P.Tama Kuliner
6. Agit WS Makanan
7. Ariyani Istiyana M Makanan
8. Nuni Kartini Makanan
9. Siti Laela Sari Busana Muslim
10. Dedi Rahmat Handy Craft
11. Sueb Aksan Bayam
12. Siti Pelitawati Busana muslim
13. Irawansyah Lukisan
14. Asep Husen Wayang Kecil
15. Dewi Sariningsih Cake dan Cookies
16. Intan Dumilah Lukisan
17. Dadan Kuswadania Brownies Ketan
18. Syswandi Handy Craft
19. Akmad Sukmana Akar Wangi
20. Erwin Jonari Konveksi
21. Yusef Nurjaman Busana Muslim
22. Asep Indra Pendamping UMKM
23. Aang Setia Pendamping UMKM
24. Irma Rahmania TKM

Pelaksanaan Kegiatan

Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
08.00 – 08.30 Registrasi Khusni Muhammad
08.30 – 09.00 Pembukaan Lia Yuldinawati
09.00 – 09.30 Tour Gedung FEB Gilang Yudha Andriko
9.30 – 12.00 Materi Kanvas Model Bisnis Dini T Alamanda
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Materi Praktek Membuat Kanvas Model Bisnis Dini T Alamanda
14.00 – 14.30 Penutupan Lia Yuldinawati

IMG-20160510-WA0016

IMG-20160510-WA0004

Dosen KK SEE yang terlibat: Yuhana Astuti, Lia Yuldinawati, Dini T Alamanda